Benarkah Wanita Lebih Jago Coding daripada Pria?

Programmer Wanita
Media online sempat dihebohkan bulan lalu dengan sebuah penelitian oleh Josh Terrel dan tim yang memperlihatkan adanya diskriminasi gender di dalam GitHub, sebuah situs yang memungkinkan para programmer dari seluruh dunia menyumbangkan kode program mereka yang kemudian ditinjau oleh pengguna lainnya.

Vice dengan berani menulis artikel dengan judul yang mengatakan bahwa wanita lebih unggul dalam urusan pemrograman daripada pria.

Artikel yang ditulis pada tanggal 12 Februari itu hanya menyinggung penelitian yang dilakukan oleh Josh dalam dua paragraf saja, termasuk kalimat yang menerangkan bahwa penemuan tersebut menunjukkan pengguna GitHub lebih menyukai kode program yang ditulis oleh programmer wanita yang merahasiakan gendernya.

Sang penulis, Diana Tourjee, kemudian melanjutkan dengan kalimat yang menurut saya pantas mendapatkan penghargaan Pulitzer:

Feminisme telah mengajarkan kita bahwa hampir seluruh pria masih menganut paham seksisme. Seperti yang ditunjukkan oleh data dari GitHub, entah para pria di sana memandang wanita secara setara atau tidak, hasil kerja para wanita dinilai sebelah mata. Di dunia maya, pemikiran jahat semacam ini mengancam keberadaan wanita di dunia teknologi.
Ini adalah grafik di dalam penelitian yang menghebohkan para media:
Grafik
Hal yang dibeberkan pada grafik di atas, bahwa wanita yang bekerja di dalam sebuah proyek memiliki persentase persetujuan lebih tinggi daripada pria atau wanita di luar proyek, mungkin menunjukkan bahwa wanita adalah programmer yang lebih baik daripada pria. Namun sebenarnya masing-masing gender masih mendiskriminasi satu sama lain.

Fakta ini berpotensi untuk menjadi sebuah kesimpulan, namun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Para peneliti sendiri mengakui bahwa mereka melupakan satu hal krusial yang menunjukkan fakta bahwa programmer perempuan lebih keras kepada sesama perempuan, dan pria lebih tegas kepada sesamanya.

0 komentar:

Posting Komentar