![]() |
| Wisata Kuliner |
Liburan akhir pekan adalah waktu yang pas untuk berwisata kuliner. Wisata kuliner selalu menjadi istimewa karena tak sekadar mengisi perut belaka, tetapi juga merasakan sensasi lain dari sebuah rumah makan. Seperti suasana, tema, dan tentunya menu yang ditawarkan. Kita akan rasakan bagaimana kelezatan dipadukan dengan kreativitas atau kekhasan daerah. Ini menjadikan kuliner selalu mendapat tempat di hati dan tak lekang oleh waktu.
Kali ini duajurai.com akan mengajak pembaca untuk menjajal kuliner khas Lampung yang ditawarkan Rumah Makan Khas Lampung Lubuk Ikan. Rumah makan yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Nomor 1R tersebut hanyalah sebuah tempat makan sederhana. Kalau dilihat secara fisik mungkin biasa-biasa saja. Namun, rumah makan tersebut terbilang istimewa, karena tak banyak warung pinggir jalan yang masih mau mengangkat kuliner Lampung. Lubuk Ikan eksis di tengah serbuan kuliner pendatang yang kian menjamur di Bandar Lampung.
Sebagaimana namanya yang mengusung Lampung, tentu saja RM Lubuk Ikan menyajikan menu khas Lampung. Sesuai namanya juga, menu yang dihadirkan didominasi masakan berbahan baku ikan. “Lauk macam-macam, ada ikan, ayam, tahu, tempe, telur. Tapi memang kebanyakan lauknya ikan,” jelas pemilik rumah makan Yulina (53) saat ditemui duajurai.com, Sabtu pagi, 2/1/2016.
Yunita menambahkan, “Kalau menu sayur saya masak lima macam setiap harinya. Sedangkan menu lauk, ia juga memasak sekitar lima macam per harinya.”
![]() |
| Wisata Kuliner |
Namun berdasarkan pantauan duajurai.com, terlihat menu baik sayur ataupun lauk lebih dari lima macam. Menu sayuran seperti tumis-tumisan, tersaji di etalase makanan di sana. Kembali ke soal menu ikan, ia mengolahnya menjadi berbagai rupa. “Wah macam-macam. Ada yang dibakar kayak gitu, ada yang dimasak pindang,” imbuhnya.
Saat itu, karena masih pagi maka menu ikannya masih lengkap. Terlihat ikan bakar yang baru matang dipajang di etalase makanan. Begitupun semangkuk besar ikan pindang. “Itu ikan pindang baung. Tadi ke pasar, nggak dapat ikan patin. Penjualnya nggak ada ikan patin. Kalau yang dibakar itu ikan gurame,” jelasnya.
Untuk pindang ikan, dirinya memang terbiasa menggunakan bahan baku ikan patin segar. Tetapi ikan yang dibutuhkan itu terkadang tak tersedia. Maka dicarilah alternatif lain yakni jenis ikan yang juga bisa dipindang, misalnya baung. Sedangkan ikan bakar, ia juga menyediakan gabus bakar. Yulina menjual menu-menu tadi per paket.
“Biasanya satu paket terdiri dari nasi, sayur tiga macam, ikan gurame bakar, lalapan, dan sambal. Itu harganya Rp50 ribu sepaketnya,” infonya.
Menyantap porsi sepaket tersebut, dijamin kenyang melentung. Mengapa? Pasalnya satu porsi tadi dapat disantap berdua. Selain paket ikan bakar, tentu saja ada pindang ikan. Harga seporsi paket pindang ikan bahkan lebih murah. “Pakai nasi, sayur tiga macam, pindang ikan, sambel dan lalapan. Semua itu harganya Rp20 ribu,” ucapnya.


0 komentar:
Posting Komentar