Sebuah Awal di Penghujung Desember


Desember pada dasarnya adalah akhir dari sebuah tahun, tapi Desember kali ini berbeda. Ia menjadi bulan awal dari segala cerita yang kuharap akan berjalan panjang, menyenangkan, penuh cinta, dan kasih sayang. Pada Desember ini, keluargaku akhirnya datang secara resmi ke rumah calon istriku untuk berkenalan, sekaligus menyampaikan niat baik dari aku secara pribadi dan dari keluarga besar.

Hari Minggu, 22 Desember 2024. Bangun pagi di hari Minggu mungkin bukan kebiasaanku, tetapi hari itu alarm tubuh seolah aktif secara otomatis pada pukul 05.00, memaksaku bergegas bersiap. Sejak kemarin, aku dan adik sudah menyiapkan banyak hal, termasuk bingkisan berisi buah-buahan dan kue yang kami beli sepulang dari toko buah. Sementara itu, Ibu, Bapak, dan Bude ternyata telah menyiapkan lebih banyak lagi. Beberapa loyang kue siap dibawa sebagai bekal, bukan sekadar kue biasa, tetapi kue yang di dalamnya tercampur cinta, harapan, kasih sayang, serta doa-doa baik orang tua untuk anaknya.

Pukul 08.00, aku bersama Ibu, Bapak, dan adik berangkat dari rumah menuju kediaman Mbah untuk menjemput beberapa anggota keluarga lain yang ingin ikut. Kupikir hanya satu atau dua orang yang akan bergabung, tetapi ternyata antusiasme mereka sangat tinggi. Akhirnya, lebih dari enam orang turut serta mengantarku di hari itu. Terima kasih atas waktu, tenaga, dan pikiran yang telah mereka luangkan untuk mendoakan dan mendampingiku di Minggu pagi yang bersejarah pada bulan Desember ini.

Sekitar pukul 10.00, kami tiba di rumah calon istriku. Kami disambut dengan hangat oleh keluarganya, dan di sana pun banyak anggota keluarga yang turut serta. Lengkap sudah. Bukan hanya aku yang terkejut, tapi Devi juga, karena keluarga yang datang lebih banyak daripada perkiraan. Namun, kami memandang ini sebagai hal baik—semakin banyak doa, semakin besar pula harapan terkabulnya segala yang kami cita-citakan.

Singkat cerita, seluruh rangkaian acara perkenalan kami berdua beserta keluarga berjalan dengan sangat lancar, bahkan melebihi apa yang kami bayangkan. Dari sini, kami bisa mulai merencanakan hal-hal penting lainnya ke depan. Semuanya menjadi lebih jelas, lebih terbuka, dan kami sangat bersyukur untuk itu.

Ternyata, bagi sebagian orang Desember adalah akhir, tetapi bagi sebagian lainnya Desember adalah awal. Melalui tulisan ini, aku ingin mengabadikan kisah-kisah serta doa-doa selama perjalanan menuju pernikahan kami pada tanggal 6 September 2025. Semoga semua yang terjadi di Desember ini menjadi awal yang baik untuk hari-hari yang penuh kebahagiaan di masa mendatang.

0 komentar:

Posting Komentar